:Hany
Sepinggan emas menawarkan sejuta hal
Tapi,
Aku tak butuh itu
Dan,
Kamu tahu
Semangkuk berlian memberikan sejuta pesona
Tapi,
Aku tak tertarik padanya
Dan,
Kamu pun tahu
Sehelai sutra menawarkan kenyamanan
Tapi,
Bukan pula yang aku cari
Dan,
Kamu juga tahu
Iklim yang telah berobah
Memberikan sejuta mimpi untukku
Tapi,
Bukan seperti itu yang aku inginkan
Dan,
Kamu sudah lebih banyak tahu
Tapi,
Di mana kau selama ini
Di mana mata yang selalu menawarku atas rasa rindu
Di mana belaian yang menenangkanku
Di mana hati yang selalu menyejukkanku
Di mana semua itu kau sembunyikan dariku
Ah,
Mengapa pula aku melupa
Burung camar pun turut bersiul padaku
Bukan menertawakanku
Ia serupa teman,
Mengingati aku
Bahwa kamu selalu ada bersamaku
Ya!
Selalu denganku, di hatiku
Kediri, 0910130217
Minggu, 17 Februari 2013
BILA KITA DIPERTEMUKAN, LAGI
:we are
Bila suatu hari nanti kau dipertemukan lagi dengannya
Katakan padaku untuk tetap dapat tersenyum
Katakan padaku bahwa semua ini sudah garis yang ditetapkanNya
Agar aku tak terluka lagi
Agar aku tak menyimpan semua rindu menjadi dendam
Agar semua 'kan jadi indah
Bila suatu saat nanti kau dipertemukan dengannya
Katakan padaku untuk tetap setia
Katakan padaku bahwa semua ini memang sudah kehendakNya
Katakan dengan lemah lembut
Katakan sebagaimana aku tak akan pernah menangis
Agar aku tahu bagaimana harus menerimanya
Agar aku tahu bersikap untuknya
Agar aku dapat meneruskan langkah hidupku
Lagi
Dan,
Bila suatu ketika kau bersanding dengannya
Titipkan rindumu pada sang bayu
Agar aku dapat menghirup wangi aromamu
Agar setiap waktu ku tahu
Bahwa masih ada kamu untukku
Jadi,
Jika suatu saat nanti kita dipertemukan
Senyum ini masih untukmu
Senyum ini masih akan selalu untukmu
Senyum ini untukmu
Dan,
Nada suara tak lagi sumbang
Petikan dawai pun tak lagi goncang
Indah...
Ya!
Ketika kita bertemu nanti,
Semua akan sudah menjadi indah...
I wish
Kediri, 0853130217
Bila suatu hari nanti kau dipertemukan lagi dengannya
Katakan padaku untuk tetap dapat tersenyum
Katakan padaku bahwa semua ini sudah garis yang ditetapkanNya
Agar aku tak terluka lagi
Agar aku tak menyimpan semua rindu menjadi dendam
Agar semua 'kan jadi indah
Bila suatu saat nanti kau dipertemukan dengannya
Katakan padaku untuk tetap setia
Katakan padaku bahwa semua ini memang sudah kehendakNya
Katakan dengan lemah lembut
Katakan sebagaimana aku tak akan pernah menangis
Agar aku tahu bagaimana harus menerimanya
Agar aku tahu bersikap untuknya
Agar aku dapat meneruskan langkah hidupku
Lagi
Dan,
Bila suatu ketika kau bersanding dengannya
Titipkan rindumu pada sang bayu
Agar aku dapat menghirup wangi aromamu
Agar setiap waktu ku tahu
Bahwa masih ada kamu untukku
Jadi,
Jika suatu saat nanti kita dipertemukan
Senyum ini masih untukmu
Senyum ini masih akan selalu untukmu
Senyum ini untukmu
Dan,
Nada suara tak lagi sumbang
Petikan dawai pun tak lagi goncang
Indah...
Ya!
Ketika kita bertemu nanti,
Semua akan sudah menjadi indah...
I wish
Kediri, 0853130217
Kamis, 19 April 2012
HARI INI DI SUATU HARI NANTI
Aku ingin menulis, tapi tidak di sini
Hatiku terus bergetar dan bergeming
Bahwa aku ingin menulis
Aku ingin menulis, tapi tidak di sini
Aku ingin menulis di hatimu
Menceritakan sebuah perjalanan
Perjalanan panjang yang menakjubkan
Dalam di hatimu
Aku akan mengisahkan
Segala sesuatu tentang yang kita miliki hari ini
Tentang kehidupan yang akan kita kenang kelak
Tentang semua hal yang pernah kita lalui
Semua akan kutulis di sana
Tepat di salah satu ruang di hatimu
Karena aku
Aku ingin kau selalu tau
Selalu mengingati aku
Dan seberapa dalam aku akan mengukir
Sebuah nama di dalamnya pula
Namaku
Namaku
Namaku
Nama yang akan kau kenang kelak
Di suatu hari nanti!
Malang, 19 April 2012 16.04
Jumat, 16 Maret 2012
*Have Fun Deary*
“Ga fun menurut kamu, menurutku fun”, gumamku dalam hati.
Fun itu relatif. Bergantung pada pemaknaan kita terhadap apa yang sedang terjadi pada kita atau apa yang sedang kita kerjakan pada saat itu.
If you don’t agree with my opinion, it’s never mind couse we have different thought. Therefore, you could say or speak about your opinion and I’m too in this debate.
Dalam hidupku, fun kalau aku bisa menyelesaikan tugasku dengan benar. Bukan bersenang-senang sebelum tugas itu selesai, itu buatku refresh. Tapi, tetap saja pribadiku bukan yang demikian. Aku berujar, “aku hampa dalam keramaian”. Itu bukan keinginanku. Seperti bukan pilihan, itu adalah takdir yang diikutsertakan dalam kepribadian yang bertengger dalam jiwaku. Nah, bukan berarti aku juga ga bisa berada di dalam keramaian itu sendiri. Sesekali bolehlah, tapi pun tidak dalam jangka waktu yang lama. Setidaknya sampai batas kehampaan itu akan datang. Sehingga, tidak ada itu istilah hampa dalam perjalanan waktu yang sedang menari-nari indah di atas panggung sandiwara hidupku.
Jadi, kalau mau hidup bersamaku tolong jangan egois dengan mengatakan ini itu yang justru negatif buatku. Dampaknya, ya kamu sendiri yang merasakan. Sebaliknya, ketika kamu menjaga etiket untuk tidak beregois dengan jiwaku, aku pun akan berlaku sama denganmu. Sehingga keseimbangan itu pun tercipta. Namun memang, hal itu tidak melulu dapat tercapai serta merta tanpa usaha panjang. Oleh karena itu, tak sia-sialah bila sedikit meluangkan waktu untuk melatih diri demikian.
Aku dan kamu sama. Sama-sama manusia biasa yang tak luput dari salah dan khilaf. Jadi, ayug bersama-sama kita melatih diri untuk menghadapi ini bersama-sama. Melatih hati dan jiwa untuk bisa saling memahami dan mengerti sisi jiwa yang lain. Karena satu itu adalah perwujudan dari beberapa hal yang menyatu. Bila salah satu memiliki kadar yang tak seimbang dengan yang lainnya, maka akan terjadi yang disebut sebagai krisis (labil). Karena di dalam komposisi jiwa ada salah satu atau lebih aspek yang tidak terpenuhi secara sempurna atau mendekati sempurna.
Sesuatu itu bukan tidak mungkin apabila kita mempunyai iktikad untuk dapat merealisasikannya. Dan jangan mudah mengeluh serta su’udzon, terutama kepada Dzat Yang Maha Agung, karena Allah swt bersama prasangka umatnya. So, Let’s go to the car and explored this pleasant world!
Back to the topic...
Intinya tuch ini semua bergantung pada bagaimana kita memberikan makna pada apa yang sedang terjadi pada diri kita (yang berimplikasi pada bagaimana kita menghadapinya) dan bagaimana kita akan memberikan makna pada setiap kegiatan yang sedang kita kerjakan saat ini. Karena sesuatu itu berharga dan menyenangkan. (Because they had their respective meaning).
Have a nice day and have fun this day J
Embun, 15 Maret 2012 08:45
Hasil Tesku setelah 39 Hari
Hasil testku I-N-T-J??? Ckckcckck... Hasil tesnya konsisten dengan hasil tes 39 hari yang lalu... Hah! Ya iyalah, masih juga 1 bulan 9 hari. Hohoho.... :D Mestinya tes lagi setelah 3 bulan melakukan tes atau 1 tahun kemudian gitu. Hahahahah :D Ah, ta' apalah... sembari menghibur diri... Hmm... Nice result... Hihihihihihi.... :)
Hmm... Met Membaca ja deh...
Scientist
INTJ adalah seorang analitis. Mereka paling nyaman bekerja sendiri dan cenderung kurang bergaul dibanding orang lainnya. Namun demikian, INTJ siap memimpin jika tidak ada orang yang melakukan tugas itu, atau jika mereka melihat kelemahan dalam sebuah kepemimpinan. Mereka cenderung pragmatis, logis, dan kreatif.
INTJ adalah individu yang kuat mencari sudut yang baru atau cara baru dalam memandang sesuatu. Mereka menikmati adanya pemahaman baru. Mereka memiliki wawasan dan mental cepat, namun, mereka menyimpan banyak hal untuk diri mereka sendiri. Mereka adalah orang yang sangat menentukan visi, terlepas dari apa yang orang lain pikirkan. Mereka bahkan mungkin dianggap paling independen dari semua tipe kepribadian. INTJ adalah yang terbaik dalam hal ketenangan dan ketegasan, mengembangkan ide-ide mereka, teori, dan prinsip-prinsip.
Keunggulan dari INTJ mencakup independensi dalam pemikiran dan keinginan untuk efisiensi. Mereka bekerja dengan baik ketika diberi otonomi dan kebebasan kreatif. Mereka memiliki bakat untuk menganalisis dan merumuskan teori-teori yang kompleks. INTJ umumnya cocok untuk pekerjaan dalam akademisi, penelitian, konsultasi, manajemen, ilmu pengetahuan, teknik, dan hukum. Mereka sering menyadari pengetahuan dan kemampuan mereka sendiri-juga keterbatasan mereka dan apa yang mereka tidak tahu. INTJ mengembangkan keyakinan yang kuat dalam kemampuan dan bakat mereka, membuat mereka pemimpin yang alami.
Dalam membentuk hubungan, INTJ cenderung mencari orang lain dengan karakter yang sama dan ideologi yang sama pula. Konsep-konsep teoritis adalah aspek penting dari hubungan mereka. Hubungan kedekatan ini dilihat secara rasional. Akibatnya, INTJ tidak selalu merespon sebuah kegilaan spontan, tapi menunggu adanya pasangan yang lebih baik dan sesuai kriteria ditetapkan mereka. Mereka cenderung stabil, handal, dan berdedikasi. Harmoni dalam hubungan dan kehidupan rumah cenderung menjadi sangat penting bagi mereka. Mereka umumnya menahan emosi yang kuat dan tidak suka membuang-buang waktu dengan apa yang mereka anggap irasional. Hal ini dapat menyebabkan non-INTJ menganggap INTJ jauh dan pendiam, namun, INTJ biasanya dapat menjadi mitra yang sangat setia dan siap untuk melakukan energi besar dalam suatu hubungan.
Sebagai pasangan, INTJ ingin harmoni dan ketertiban di rumah dan dalam sebuah hubungan. INTJ percaya intuisi mereka dalam memilih teman dan pasangan, walaupun bertentangan dari orang lain. Emosi dari INTJ sulit untuk dibaca, dan INTJ laki-laki atau perempuan cenderung untuk mengekspresikan reaksi emosional. Kadang-kadang, INTJ tampak dingin, pendiam, dan tidak responsif. Dalam situasi sosial, INTJ mungkin juga tidak responsif dan dapat mengabaikan ritual kecil yang dirancang untuk membuat orang lain nyaman. Sebagai contoh, INTJ dapat menganggap bahwa berkomunikasi seperti obrolan ringan adalah buang-buang waktu. Dalam hubungan interpersonal mereka, INTJ biasanya lebih baik dalam situasi kerja daripada dalam situasi rekreasi.
Ringkasan: Memiliki pikiran original dan dorongan kuat untuk menerapkan ide-ide mereka dan mencapai tujuan mereka. Cepat melihat pola dalam kejadian eksternal dan mengembangkan perspektif jangka panjang yang jelas. Cerdas dalam mengorganisir pekerjaan dan melaksanakannya. Skeptis dan independen, memiliki standar kompetensi yang tinggi dan kinerja – untuk diri mereka sendiri dan orang lain.
Kata kunci: Strategis, analitis, pemecah masalah, desain konseptual, perencanaan.
Karir pekerjaan: Eksekutif, hukum, arsitek, komputer profesional, konsultan manajemen, insinyur, ilmuwan.
Sumber: http://www.psikologizone.com/tipe-kepribadian-intj
INTJ adalah seorang analitis. Mereka paling nyaman bekerja sendiri dan cenderung kurang bergaul dibanding orang lainnya. Namun demikian, INTJ siap memimpin jika tidak ada orang yang melakukan tugas itu, atau jika mereka melihat kelemahan dalam sebuah kepemimpinan. Mereka cenderung pragmatis, logis, dan kreatif.
INTJ adalah individu yang kuat mencari sudut yang baru atau cara baru dalam memandang sesuatu. Mereka menikmati adanya pemahaman baru. Mereka memiliki wawasan dan mental cepat, namun, mereka menyimpan banyak hal untuk diri mereka sendiri. Mereka adalah orang yang sangat menentukan visi, terlepas dari apa yang orang lain pikirkan. Mereka bahkan mungkin dianggap paling independen dari semua tipe kepribadian. INTJ adalah yang terbaik dalam hal ketenangan dan ketegasan, mengembangkan ide-ide mereka, teori, dan prinsip-prinsip.
Keunggulan dari INTJ mencakup independensi dalam pemikiran dan keinginan untuk efisiensi. Mereka bekerja dengan baik ketika diberi otonomi dan kebebasan kreatif. Mereka memiliki bakat untuk menganalisis dan merumuskan teori-teori yang kompleks. INTJ umumnya cocok untuk pekerjaan dalam akademisi, penelitian, konsultasi, manajemen, ilmu pengetahuan, teknik, dan hukum. Mereka sering menyadari pengetahuan dan kemampuan mereka sendiri-juga keterbatasan mereka dan apa yang mereka tidak tahu. INTJ mengembangkan keyakinan yang kuat dalam kemampuan dan bakat mereka, membuat mereka pemimpin yang alami.
Dalam membentuk hubungan, INTJ cenderung mencari orang lain dengan karakter yang sama dan ideologi yang sama pula. Konsep-konsep teoritis adalah aspek penting dari hubungan mereka. Hubungan kedekatan ini dilihat secara rasional. Akibatnya, INTJ tidak selalu merespon sebuah kegilaan spontan, tapi menunggu adanya pasangan yang lebih baik dan sesuai kriteria ditetapkan mereka. Mereka cenderung stabil, handal, dan berdedikasi. Harmoni dalam hubungan dan kehidupan rumah cenderung menjadi sangat penting bagi mereka. Mereka umumnya menahan emosi yang kuat dan tidak suka membuang-buang waktu dengan apa yang mereka anggap irasional. Hal ini dapat menyebabkan non-INTJ menganggap INTJ jauh dan pendiam, namun, INTJ biasanya dapat menjadi mitra yang sangat setia dan siap untuk melakukan energi besar dalam suatu hubungan.
Sebagai pasangan, INTJ ingin harmoni dan ketertiban di rumah dan dalam sebuah hubungan. INTJ percaya intuisi mereka dalam memilih teman dan pasangan, walaupun bertentangan dari orang lain. Emosi dari INTJ sulit untuk dibaca, dan INTJ laki-laki atau perempuan cenderung untuk mengekspresikan reaksi emosional. Kadang-kadang, INTJ tampak dingin, pendiam, dan tidak responsif. Dalam situasi sosial, INTJ mungkin juga tidak responsif dan dapat mengabaikan ritual kecil yang dirancang untuk membuat orang lain nyaman. Sebagai contoh, INTJ dapat menganggap bahwa berkomunikasi seperti obrolan ringan adalah buang-buang waktu. Dalam hubungan interpersonal mereka, INTJ biasanya lebih baik dalam situasi kerja daripada dalam situasi rekreasi.
Ringkasan: Memiliki pikiran original dan dorongan kuat untuk menerapkan ide-ide mereka dan mencapai tujuan mereka. Cepat melihat pola dalam kejadian eksternal dan mengembangkan perspektif jangka panjang yang jelas. Cerdas dalam mengorganisir pekerjaan dan melaksanakannya. Skeptis dan independen, memiliki standar kompetensi yang tinggi dan kinerja – untuk diri mereka sendiri dan orang lain.
Kata kunci: Strategis, analitis, pemecah masalah, desain konseptual, perencanaan.
Karir pekerjaan: Eksekutif, hukum, arsitek, komputer profesional, konsultan manajemen, insinyur, ilmuwan.
Sumber: http://www.psikologizone.com/tipe-kepribadian-intj
Minggu, 11 Maret 2012
JALAN CERITAKU
Orientasi masa depan
Mengambil arah dari hati
Kutetapkan tujuan dan bersandar pada langkah
Mencari celah dari mana usaha kan di mulai
Maka, dari situlah warna kan kumulai
Lukisan kucoba warnakan
Goresan kumulai dari tinta paling pekat
Menjadi terang dari yang paling ujung
Setelahnya, baru aku kan temui akhir
Jalan cerita dalam lukisan
Adalah finishing
Begitulah kan kumulai jalanku
Menaruh warna pekat pada kanvas
Dan beranjak mencerah tuk hasilkan solusi
Terurai
Rentang
Selesai
Indah...
Tujuanku tercapai...
3m6un, 11 Maret 2012 12:13
Senin, 13 Februari 2012
Ajaklah Hatimu Bicara!
Kemarin, 12 Februari 2012
Kumulai babak baru. Melihat isi di dalam sana, memulai dan mengeditnya sebisaku. Pukul 08.45, akhirnya selesai juga perangkat yang harus aku persiapkan. Sehabisnya, aku pergi ke tukang print buat mencetak hasil karyaku itu. Selesai, tapi ga tepat waktu... Hmm...
Ntah, pukul berapa aku sampai lagi di kamar kos tercinta. Menunggu respondenku datang. Ini aneh, aku yang butuh malah didatengi. Iya, alasannya dia juga mau keluar. Ok lah kami bertemu di kamar kosku. Yang ada di jalan Simpang Gajayana itu. Sudah itu, kami ngobrol sebentar mengurai ketegangan yang mungkin ada sembari aku menyiapkan angket yang harus diisinya.
Angket kubagikan. Aku sieh ga banyak berharap, melihat pribadi subjek yang memang low criteria begitu. Tapi buatku apa salahnya sieh usaha??? Ok! Sudah ku prediksikan sebelumnya. Ngisi angket pasti ga cuma ngisi duank. Nah, bener itu. Kami pun juga bercengkerama santai, sambil mengurai rindu karena telah lama tak bersua saudara seperjuangan.
Ngobrol sana-sini, akhirnya selesai juga pengisisan. Kini, giliran aku buat scoring. Perasaan ga enak gitu ya??? Hmm... Karena memang sebenarnya ada yang kurang gitu, jadinya ya gimana??? Aku jelaskan kurangnya dari angket itu di mana??? Terus kujelaskan juga bagaimana hasil yang udah diperoleh mereka. Tuch kan? Apa tadi aku bilang? Hasilnya "normal" dari scoring angket mereka.
Hmm... Sudah aku duga sebenarnya. Tapi kenapa masih juga menggalau akhirnya. Sesi terakhir curhat, harus cari subjek seperti apa ya, sekarang??? Oh no... sumpah jadi menggalau yang ga jelas gitu...
Ehm, waktu sudah menunjukkan pukul 10.30, itu artinya respondenku harus segera pamit. Dan aku mengantarnya keluar sekalian beli makan. Yah, kebiasaan ntu males makan. Masa iya pukul 12.00 masih mau sarapan? hmm.. Pas di tempat makan itu... Aku bilang, menggalau yang tak terungkap. Jawabmu, Ajaklah hatimu bicara, Agar bahagiamu tergapai.. Masalahmu terurai...
Ya sieh... But, what must discussed by us???
Ok, sudah sampai di kos lagi... I say, see you again in the next lettering... Bye...
Kumulai babak baru. Melihat isi di dalam sana, memulai dan mengeditnya sebisaku. Pukul 08.45, akhirnya selesai juga perangkat yang harus aku persiapkan. Sehabisnya, aku pergi ke tukang print buat mencetak hasil karyaku itu. Selesai, tapi ga tepat waktu... Hmm...
Ntah, pukul berapa aku sampai lagi di kamar kos tercinta. Menunggu respondenku datang. Ini aneh, aku yang butuh malah didatengi. Iya, alasannya dia juga mau keluar. Ok lah kami bertemu di kamar kosku. Yang ada di jalan Simpang Gajayana itu. Sudah itu, kami ngobrol sebentar mengurai ketegangan yang mungkin ada sembari aku menyiapkan angket yang harus diisinya.
Angket kubagikan. Aku sieh ga banyak berharap, melihat pribadi subjek yang memang low criteria begitu. Tapi buatku apa salahnya sieh usaha??? Ok! Sudah ku prediksikan sebelumnya. Ngisi angket pasti ga cuma ngisi duank. Nah, bener itu. Kami pun juga bercengkerama santai, sambil mengurai rindu karena telah lama tak bersua saudara seperjuangan.
Ngobrol sana-sini, akhirnya selesai juga pengisisan. Kini, giliran aku buat scoring. Perasaan ga enak gitu ya??? Hmm... Karena memang sebenarnya ada yang kurang gitu, jadinya ya gimana??? Aku jelaskan kurangnya dari angket itu di mana??? Terus kujelaskan juga bagaimana hasil yang udah diperoleh mereka. Tuch kan? Apa tadi aku bilang? Hasilnya "normal" dari scoring angket mereka.
Hmm... Sudah aku duga sebenarnya. Tapi kenapa masih juga menggalau akhirnya. Sesi terakhir curhat, harus cari subjek seperti apa ya, sekarang??? Oh no... sumpah jadi menggalau yang ga jelas gitu...
Ehm, waktu sudah menunjukkan pukul 10.30, itu artinya respondenku harus segera pamit. Dan aku mengantarnya keluar sekalian beli makan. Yah, kebiasaan ntu males makan. Masa iya pukul 12.00 masih mau sarapan? hmm.. Pas di tempat makan itu... Aku bilang, menggalau yang tak terungkap. Jawabmu, Ajaklah hatimu bicara, Agar bahagiamu tergapai.. Masalahmu terurai...
Ya sieh... But, what must discussed by us???
Ok, sudah sampai di kos lagi... I say, see you again in the next lettering... Bye...
Senin, 06 Februari 2012
020412
Katamu: Apapun itu manusia bisa jadi perusak
Jawabku: Iya, kalau ga pandaipandai mengontrol emosinya
Jawabmu kemudian: Ajari aku menjadi orang pandai menjalani kegalauan ini
(Lalu, aku terdiam sejenak dan berpikir untuk memberi jawaban)
Jawabku kemudian: Apakah aku pantas? Tidakkah ada yang lebih pantas?
(Lalu kau seolah akan pergi dan tak berucap lagi)
Jawabmu: Ya sudah..Makasih
(Aku bingung sebenarnya. Apa mau dikata dengan jawaban seperti itu? Sedangkan jawabanku yang terkirim bukanlah sesuatu yang sesungguhnya muncul dari dalam hati. Akan tetapi, aku ingin tahu, sejauh mana kau mengharapkan aku untuk menjadi seseorang yang memang pantas mengajarimu. Kemudian, dengan hati sedikit meringis merasakan perih yang tersisa)
Kujawab kalimatmu: Aku ga pernah dianggap mampu dalam hal itu, bahkan untuk diriku sendiri. . . Jika tak lagi yakin jangan sekalikali melakukannya
Katamu kemudian: Do what?
(Entah, masihkah terjaga emosiku saat itu ataukah sudah mulai bergetar lagi)
Jawabku: Memintaku untuk mengajari lagi. . . Tak ingin disalahkan untuk yang kedua kali CUkup aku tahu itu dari dalam hatiku
(Aku pun kembali pada kegalauan malam itu setelah membaca jawaban terakhirmu)
Katamu: Met malam
Sejuta tanya menyelinap, memasuki seluruh ruang kosong dalam hati dan pikiranku. Terus memburu jawaban sampai mata tak lagi mampu menerawang apa yang ada di depannya. Tanya itu terbawa dalam tidur lelapku yang panjang. Galau. Aku bukan ingin berkata demikian. Hanya saja jiwajiwaku yang bertipe scientist itu mulai hidup lagi rupanya. Terus berkelana memenuhi keinginan untuk mengetahui sesuatu lebih dalam lagi. Analisa terus dan deteksi sampai ke akarakarnya, baru merasa cukup. Jika dirasa kurang, ya.... bagaimana caranya agar dapat terjawab semua tanya dari proses diagnosa itu.
Hmm... Mau tahu tak jawabanku yang sebenarnya??? Yang kebawa jaim untuk terus menuruti ego mempertahankan rasa yang sempat bergejolak hebat dan membuat penat. (Egois) sesekali boleh asal jangan keterlaluan. Hanya saja kenapa mulai pandai egois kepada orang lain??? (Hmm... kenapa jadi melebar???) Back to the topic!
Jujur...
Sebenarnya kuingin berkata demikian kepadamu, "Aku juga belum bisa menjalani itu semua dengan sempurna.. Namun, apa salahnya jika kita berusaha bersama untuk menjadi orang yang pandai dalam hal itu? So, saling mengingatkan bukan saling mencaci maki, menasehati dengan kalimat bijak yang mengena di hati bukan dengan nada tinggi yang semakin menyakiti satu sama lain.."
Jadi, itu yang sebenarnya ingin kukatakan padamu malam itu. Maafkan aku, karena terlalu menuruti keinginan untuk mengetahui sejauh mana kamu berharap, dan hasilnya... Selamat ya... menang di kamu... Aku ga dapat jawaban malam itu malah jadi Galau... Haahahaha....
Terakhir,
Aku mau bilang, makasih Deary... udah beri pelajaran berharga meski jalannya berbeda... karena kutahu, tak ada yang sama.. Kamu pun memiliki jalan dan cara sendiri untuk memberiku pengalaman dan pelajaran... sekalipun semua itu jarang untuk bisa kuterima begitu saja.. Seringkali emosi marah mewarnai semua itu... But, You are the best... TYSMMD
0206122244
Jawabku: Iya, kalau ga pandaipandai mengontrol emosinya
Jawabmu kemudian: Ajari aku menjadi orang pandai menjalani kegalauan ini
(Lalu, aku terdiam sejenak dan berpikir untuk memberi jawaban)
Jawabku kemudian: Apakah aku pantas? Tidakkah ada yang lebih pantas?
(Lalu kau seolah akan pergi dan tak berucap lagi)
Jawabmu: Ya sudah..Makasih
(Aku bingung sebenarnya. Apa mau dikata dengan jawaban seperti itu? Sedangkan jawabanku yang terkirim bukanlah sesuatu yang sesungguhnya muncul dari dalam hati. Akan tetapi, aku ingin tahu, sejauh mana kau mengharapkan aku untuk menjadi seseorang yang memang pantas mengajarimu. Kemudian, dengan hati sedikit meringis merasakan perih yang tersisa)
Kujawab kalimatmu: Aku ga pernah dianggap mampu dalam hal itu, bahkan untuk diriku sendiri. . . Jika tak lagi yakin jangan sekalikali melakukannya
Katamu kemudian: Do what?
(Entah, masihkah terjaga emosiku saat itu ataukah sudah mulai bergetar lagi)
Jawabku: Memintaku untuk mengajari lagi. . . Tak ingin disalahkan untuk yang kedua kali CUkup aku tahu itu dari dalam hatiku
(Aku pun kembali pada kegalauan malam itu setelah membaca jawaban terakhirmu)
Katamu: Met malam
Sejuta tanya menyelinap, memasuki seluruh ruang kosong dalam hati dan pikiranku. Terus memburu jawaban sampai mata tak lagi mampu menerawang apa yang ada di depannya. Tanya itu terbawa dalam tidur lelapku yang panjang. Galau. Aku bukan ingin berkata demikian. Hanya saja jiwajiwaku yang bertipe scientist itu mulai hidup lagi rupanya. Terus berkelana memenuhi keinginan untuk mengetahui sesuatu lebih dalam lagi. Analisa terus dan deteksi sampai ke akarakarnya, baru merasa cukup. Jika dirasa kurang, ya.... bagaimana caranya agar dapat terjawab semua tanya dari proses diagnosa itu.
Hmm... Mau tahu tak jawabanku yang sebenarnya??? Yang kebawa jaim untuk terus menuruti ego mempertahankan rasa yang sempat bergejolak hebat dan membuat penat. (Egois) sesekali boleh asal jangan keterlaluan. Hanya saja kenapa mulai pandai egois kepada orang lain??? (Hmm... kenapa jadi melebar???) Back to the topic!
Jujur...
Sebenarnya kuingin berkata demikian kepadamu, "Aku juga belum bisa menjalani itu semua dengan sempurna.. Namun, apa salahnya jika kita berusaha bersama untuk menjadi orang yang pandai dalam hal itu? So, saling mengingatkan bukan saling mencaci maki, menasehati dengan kalimat bijak yang mengena di hati bukan dengan nada tinggi yang semakin menyakiti satu sama lain.."
Jadi, itu yang sebenarnya ingin kukatakan padamu malam itu. Maafkan aku, karena terlalu menuruti keinginan untuk mengetahui sejauh mana kamu berharap, dan hasilnya... Selamat ya... menang di kamu... Aku ga dapat jawaban malam itu malah jadi Galau... Haahahaha....
Terakhir,
Aku mau bilang, makasih Deary... udah beri pelajaran berharga meski jalannya berbeda... karena kutahu, tak ada yang sama.. Kamu pun memiliki jalan dan cara sendiri untuk memberiku pengalaman dan pelajaran... sekalipun semua itu jarang untuk bisa kuterima begitu saja.. Seringkali emosi marah mewarnai semua itu... But, You are the best... TYSMMD
0206122244
Hasil Tes Kepribadian
Sebagai mahasiswa Psikologi, yang namanya alat tes psikologi itu
tentu udah akrab banget buatku. Mulai dari alat tes inteligensi, bakat
minat, 'n kepribadian. Heum,... sekalipun semua itu kudapat dan belum
sepenuhnya menguasai sieh. Eits... tapi... Ku udah pernah tahu
administrasi dari beberapa alat tes ntu. Nah, tapi.... Ga ada salahnya
juga kalau ikutan self - assessment pake alat tes on-line... Seruuuuuuuu
aja bawaannya... Hahay.... :-)
Maunya mengekspose, tapi tapi tapi.... gimana ya???
:-? (mikir.com)
katanya ga boleh...
Tapi, tak apalah... buat kenal ja... gimana tipe aku ini....
ok???
Let's see the results of my psychology test!!!
Scientist INTJ adalah seorang analitis. Mereka paling nyaman bekerja sendiri dan cenderung kurang bergaul dibanding orang lainnya. Namun demikian, INTJ siap memimpin jika tidak ada orang yang melakukan tugas itu, atau jika mereka melihat kelemahan dalam sebuah kepemimpinan. Mereka cenderung pragmatis, logis, dan kreatif.
INTJ adalah individu yang kuat mencari sudut yang baru atau cara baru dalam memandang sesuatu. Mereka menikmati adanya pemahaman baru. Mereka memiliki wawasan dan mental cepat, namun, mereka menyimpan banyak hal untuk diri mereka sendiri. Mereka adalah orang yang sangat menentukan visi, terlepas dari apa yang orang lain pikirkan. Mereka bahkan mungkin dianggap paling independen dari semua tipe kepribadian. INTJ adalah yang terbaik dalam hal ketenangan dan ketegasan, mengembangkan ide-ide mereka, teori, dan prinsip-prinsip.
Keunggulan dari INTJ mencakup independensi dalam pemikiran dan keinginan untuk efisiensi. Mereka bekerja dengan baik ketika diberi otonomi dan kebebasan kreatif. Mereka memiliki bakat untuk menganalisis dan merumuskan teori-teori yang kompleks. INTJ umumnya cocok untuk pekerjaan dalam akademisi, penelitian, konsultasi, manajemen, ilmu pengetahuan, teknik, dan hukum. Mereka sering menyadari pengetahuan dan kemampuan mereka sendiri-juga keterbatasan mereka dan apa yang mereka tidak tahu. INTJ mengembangkan keyakinan yang kuat dalam kemampuan dan bakat mereka, membuat mereka pemimpin yang alami.
Dalam membentuk hubungan, INTJ cenderung mencari orang lain dengan karakter yang sama dan ideologi yang sama pula. Konsep-konsep teoritis adalah aspek penting dari hubungan mereka. Hubungan kedekatan ini dilihat secara rasional. Akibatnya, INTJ tidak selalu merespon sebuah kegilaan spontan, tapi menunggu adanya pasangan yang lebih baik dan sesuai kriteria ditetapkan mereka. Mereka cenderung stabil, handal, dan berdedikasi. Harmoni dalam hubungan dan kehidupan rumah cenderung menjadi sangat penting bagi mereka. Mereka umumnya menahan emosi yang kuat dan tidak suka membuang-buang waktu dengan apa yang mereka anggap irasional. Hal ini dapat menyebabkan non-INTJ menganggap INTJ jauh dan pendiam, namun, INTJ biasanya dapat menjadi mitra yang sangat setia dan siap untuk melakukan energi besar dalam suatu hubungan.
Sebagai pasangan, INTJ ingin harmoni dan ketertiban di rumah dan dalam sebuah hubungan. INTJ percaya intuisi mereka dalam memilih teman dan pasangan, walaupun bertentangan dari orang lain. Emosi dari INTJ sulit untuk dibaca, dan INTJ laki-laki atau perempuan cenderung untuk mengekspresikan reaksi emosional. Kadang-kadang, INTJ tampak dingin, pendiam, dan tidak responsif. Dalam situasi sosial, INTJ mungkin juga tidak responsif dan dapat mengabaikan ritual kecil yang dirancang untuk membuat orang lain nyaman. Sebagai contoh, INTJ dapat menganggap bahwa berkomunikasi seperti obrolan ringan adalah buang-buang waktu. Dalam hubungan interpersonal mereka, INTJ biasanya lebih baik dalam situasi kerja daripada dalam situasi rekreasi.
Hasil di atas adalah hasil tes MBTI. Skor dari tes tersebut menghasilkan tipe kepribadianku. Like that. ;-)
Ok, see you again in the next lettering....
Salam,
Maunya mengekspose, tapi tapi tapi.... gimana ya???
:-? (mikir.com)
katanya ga boleh...
Tapi, tak apalah... buat kenal ja... gimana tipe aku ini....
ok???
Let's see the results of my psychology test!!!
Scientist INTJ adalah seorang analitis. Mereka paling nyaman bekerja sendiri dan cenderung kurang bergaul dibanding orang lainnya. Namun demikian, INTJ siap memimpin jika tidak ada orang yang melakukan tugas itu, atau jika mereka melihat kelemahan dalam sebuah kepemimpinan. Mereka cenderung pragmatis, logis, dan kreatif.
INTJ adalah individu yang kuat mencari sudut yang baru atau cara baru dalam memandang sesuatu. Mereka menikmati adanya pemahaman baru. Mereka memiliki wawasan dan mental cepat, namun, mereka menyimpan banyak hal untuk diri mereka sendiri. Mereka adalah orang yang sangat menentukan visi, terlepas dari apa yang orang lain pikirkan. Mereka bahkan mungkin dianggap paling independen dari semua tipe kepribadian. INTJ adalah yang terbaik dalam hal ketenangan dan ketegasan, mengembangkan ide-ide mereka, teori, dan prinsip-prinsip.
Keunggulan dari INTJ mencakup independensi dalam pemikiran dan keinginan untuk efisiensi. Mereka bekerja dengan baik ketika diberi otonomi dan kebebasan kreatif. Mereka memiliki bakat untuk menganalisis dan merumuskan teori-teori yang kompleks. INTJ umumnya cocok untuk pekerjaan dalam akademisi, penelitian, konsultasi, manajemen, ilmu pengetahuan, teknik, dan hukum. Mereka sering menyadari pengetahuan dan kemampuan mereka sendiri-juga keterbatasan mereka dan apa yang mereka tidak tahu. INTJ mengembangkan keyakinan yang kuat dalam kemampuan dan bakat mereka, membuat mereka pemimpin yang alami.
Dalam membentuk hubungan, INTJ cenderung mencari orang lain dengan karakter yang sama dan ideologi yang sama pula. Konsep-konsep teoritis adalah aspek penting dari hubungan mereka. Hubungan kedekatan ini dilihat secara rasional. Akibatnya, INTJ tidak selalu merespon sebuah kegilaan spontan, tapi menunggu adanya pasangan yang lebih baik dan sesuai kriteria ditetapkan mereka. Mereka cenderung stabil, handal, dan berdedikasi. Harmoni dalam hubungan dan kehidupan rumah cenderung menjadi sangat penting bagi mereka. Mereka umumnya menahan emosi yang kuat dan tidak suka membuang-buang waktu dengan apa yang mereka anggap irasional. Hal ini dapat menyebabkan non-INTJ menganggap INTJ jauh dan pendiam, namun, INTJ biasanya dapat menjadi mitra yang sangat setia dan siap untuk melakukan energi besar dalam suatu hubungan.
Sebagai pasangan, INTJ ingin harmoni dan ketertiban di rumah dan dalam sebuah hubungan. INTJ percaya intuisi mereka dalam memilih teman dan pasangan, walaupun bertentangan dari orang lain. Emosi dari INTJ sulit untuk dibaca, dan INTJ laki-laki atau perempuan cenderung untuk mengekspresikan reaksi emosional. Kadang-kadang, INTJ tampak dingin, pendiam, dan tidak responsif. Dalam situasi sosial, INTJ mungkin juga tidak responsif dan dapat mengabaikan ritual kecil yang dirancang untuk membuat orang lain nyaman. Sebagai contoh, INTJ dapat menganggap bahwa berkomunikasi seperti obrolan ringan adalah buang-buang waktu. Dalam hubungan interpersonal mereka, INTJ biasanya lebih baik dalam situasi kerja daripada dalam situasi rekreasi.
Hasil di atas adalah hasil tes MBTI. Skor dari tes tersebut menghasilkan tipe kepribadianku. Like that. ;-)
Ok, see you again in the next lettering....
Salam,
Sabtu, 04 Februari 2012
Salam Rindu_Wali
ku bertanya pada malam
ku bertanya pada bintang
sedang apa kau duhai sayangku
di sini angin menyampaikan
salammu salam sayang
salam sejuta cinta dan rindu
sabar sabar sabarlah sayangku
semua ini kan cepat berlalu
sebutlah namaku di setiap nafasmu
ku kan datang kepadamu sayang
panggil panggil aku segenap rasamu
dan rasakan aku membelaimu
pejamkanlah matamu
dan kau tenangkan hatimu
dan kau rasakan aku memelukmu
sabar sabar sabarlah sayangku
semua ini kan cepat berlalu
sebutlah namaku di setiap nafasmu
ku kan datang kepadamu sayang
panggil panggil aku segenap rasamu
dan rasakan aku membelaimu
sebutlah namaku di setiap nafasmu
ku kan datang kepadamu sayang
panggil panggil aku segenap rasamu
dan rasakan aku membelaimu
Note: Ceritakanlah padaku, inilah lagumu malam ini untukku. Hah! Pembual... Aku hanya bermimpi saja. Tak adakah lagi ada???
ku bertanya pada bintang
sedang apa kau duhai sayangku
di sini angin menyampaikan
salammu salam sayang
salam sejuta cinta dan rindu
sabar sabar sabarlah sayangku
semua ini kan cepat berlalu
sebutlah namaku di setiap nafasmu
ku kan datang kepadamu sayang
panggil panggil aku segenap rasamu
dan rasakan aku membelaimu
pejamkanlah matamu
dan kau tenangkan hatimu
dan kau rasakan aku memelukmu
sabar sabar sabarlah sayangku
semua ini kan cepat berlalu
sebutlah namaku di setiap nafasmu
ku kan datang kepadamu sayang
panggil panggil aku segenap rasamu
dan rasakan aku membelaimu
(sebutlah namaku di setiap nafasmu
ku kan datang kepadamu sayang
panggil panggil aku segenap rasamu
dan rasakan aku membelaimu)
sebutlah namaku di setiap nafasmu
ku kan datang kepadamu sayang
panggil panggil aku segenap rasamu
dan rasakan aku membelaimu
Note: Ceritakanlah padaku, inilah lagumu malam ini untukku. Hah! Pembual... Aku hanya bermimpi saja. Tak adakah lagi ada???
Langit Bumi_Wali
semalam kau datang kepadaku, kisahkan dirimu
kau kan pergi jauh tinggalkanku dan semua mimpiku
sadarkah dirimu ku tak sanggup hidup tanpamu
akan ku lakukan apa yang kau mau
akan ku berikan seluruh hidupku
asal jangan kau pergi tinggalkan aku
ku mohon padamu
sadarkah dirimu kau langit bumiku
bukalah matamu kau semua bagiku
tolong jangan kau pergi tinggalkan aku
ku mohon padamu
jangan kau tanyakan kepadaku ikhlaskah diriku
tanyakanlah aku kuatkah aku tuk hidup tanpamu
tanpa belaianmu, tanpa kasih dan sayang darimu
akan ku lakukan apa yang kau mau
akan ku berikan seluruh hidupku
asal jangan kau pergi tinggalkanku
ku mohon padamu
sadarkah dirimu kau langit bumiku
bukalah matamu kau semua bagiku
tolong jangan kau pergi tinggalkan aku
ku mohon padamu
kau kan pergi jauh tinggalkanku dan semua mimpiku
sadarkah dirimu ku tak sanggup hidup tanpamu
akan ku lakukan apa yang kau mau
akan ku berikan seluruh hidupku
asal jangan kau pergi tinggalkan aku
ku mohon padamu
sadarkah dirimu kau langit bumiku
bukalah matamu kau semua bagiku
tolong jangan kau pergi tinggalkan aku
ku mohon padamu
jangan kau tanyakan kepadaku ikhlaskah diriku
tanyakanlah aku kuatkah aku tuk hidup tanpamu
tanpa belaianmu, tanpa kasih dan sayang darimu
(akan ku lakukan apa yang kau mau
akan ku berikan seluruh hidupku
asal jangan kau pergi tinggalkanku
ku mohon padamu)
akan ku lakukan apa yang kau mau
akan ku berikan seluruh hidupku
asal jangan kau pergi tinggalkanku
ku mohon padamu
sadarkah dirimu kau langit bumiku
bukalah matamu kau semua bagiku
tolong jangan kau pergi tinggalkan aku
ku mohon padamu
Kuposting untuknya yang telah mengibarkan bendera perpisahan di antara kita. Kenyataan itu memang tak mudah untuk diterima hati. Namun, ku 'kan terus berusaha kuat menghadapi kenyataan ini. 'Kan kubuktikan kepadamu kalau aku bukan pengecut seperti titahmu. Tapi, aku hanya sedang rapuh. Semoga harimu selalu indah dan baikbaik sayang.
HaPeku...
Masih kupegang seperti harihari sebelumnya
Mengharap ada pesan bertengger darimu
Tapi, akankah???
Mungkinkah???
Semua terasa telah beku
Sejak pukul 17:58 yang lalu
3 menit lagi, hampir 3 jam
Yah...
Mungkin kau sudah terlelap di sana
Mungkin juga kau sedang berkelana saat ini
Mungkin lagi kau sedang mengumpat tentang aku
Ketahuilah...
Kuingin memanggilmu "sayang"
Kuingin menemanimu barang berucap "Met tidur sayang"
Tapi,....
Masihkah ada???
Masih(kah)adaaku di sana???
Masih(kah)adaaku(kamu) di sini???
Aku rindui,,
Rindu menjemputmu dalam alunan syair malam kita
Rindu menawanmu dari malam dengan sajak kita
Rindu semua itu...
HaPeku...
Berhenti nyaring dalam bunyinya
Berhenti leluasa dalam melodinya...
Jemariku...
Cukup menari di sini
Curahkan isi hati lewat celoteh mimpi...
Malam ini, yang rasanya tak ingin berhenti...
Tak peduli seberapa panjang
Tak peduli di mana inti dari pada tulisan
Kuingin tulis semua di sini
Meski tak cukup semua dikata
Meski tak sanggup katakta berucap atas segalanya
Tapi maknamu menawan hatiku malam ini
Selamat Tidur Pendamping Hatiku
"HF"
0204122102
Mengharap ada pesan bertengger darimu
Tapi, akankah???
Mungkinkah???
Semua terasa telah beku
Sejak pukul 17:58 yang lalu
3 menit lagi, hampir 3 jam
Yah...
Mungkin kau sudah terlelap di sana
Mungkin juga kau sedang berkelana saat ini
Mungkin lagi kau sedang mengumpat tentang aku
Ketahuilah...
Kuingin memanggilmu "sayang"
Kuingin menemanimu barang berucap "Met tidur sayang"
Tapi,....
Masihkah ada???
Masih(kah)adaaku di sana???
Masih(kah)adaaku(kamu) di sini???
Aku rindui,,
Rindu menjemputmu dalam alunan syair malam kita
Rindu menawanmu dari malam dengan sajak kita
Rindu semua itu...
HaPeku...
Berhenti nyaring dalam bunyinya
Berhenti leluasa dalam melodinya...
Jemariku...
Cukup menari di sini
Curahkan isi hati lewat celoteh mimpi...
Malam ini, yang rasanya tak ingin berhenti...
Tak peduli seberapa panjang
Tak peduli di mana inti dari pada tulisan
Kuingin tulis semua di sini
Meski tak cukup semua dikata
Meski tak sanggup katakta berucap atas segalanya
Tapi maknamu menawan hatiku malam ini
Selamat Tidur Pendamping Hatiku
"HF"
0204122102
4 Februari 2012 20:11
Berteman temaram dimar,
di kamar sendirian. Ku habiskan sisasisa asa tuk jalani waktuku. Memapah
rasa yang masih tertinggal. Menghirup aroma wangi suasana malam.
Membayang, memimpi, dan bahkan masih ada harapku kau temani di sini.
Seperti malammalam kemarin. Saat kita tertawa, tertegun dan tergeletak
bersama. Seolah prahara ini tak akan terjadi lagi. Namun, untuk yang
kesekiannya. Duka berhembus dari langitlangit nafasku. Menyerukan kesal
dan umpatan persembunyian. Luka lama belum juga kering, kini menganga
lagi. Pedih. Seperti tersirajm garam ke permukaannya.
Kuyakin. Tak jauh berbeda denganmu di sana. Tapi, apalah daya. Kukibarkan sudah bendera perpisahan. Yang 'kan membuat kita saling jauh dan mungkin tak akan kembali lagi. Itu kehendak kita yang terluka. Namun entah, apa yang akan terjadi beberapa jam ke depan. Aku masih enggan berkomentar, Mataku juga masih sayu. Bekas penjarahan air mata senja tadi. Hatiku, tengah kubiarkan menikmati setiap petikan syair I'tiraf yang terlantun. Kumenangis lagi, mengingat ini adalah malam kelahiran Baginda Rasulullah saw. Pikiranku, kubiarkan berkelana mencari tenangnya. Semua bergerak maju dan mundur sesekali. Paruku, membiarkan nafasnya dalam. Seolah ia sedang kehabisan oksigen dari alam. Sesak nafasnya bertukar sedikit demi sedikit.
Malam yang temaram, gemuruh guntur pun masih setia di alam. Harum tanah Malang bekas siraman air hujan pun sampai ke rongga paruku yang sesak. Semua terasa dingin. Tapi aku tak peduli. Ingin kupejamkan mata, namun tak nak kurasa. Jantung berdetaknya tak aturan. Apakah aku sedang memikirkannya lagi? "Ah, sudahlah," tepisku dalam hati. "Semoga ini pilihan terbaik baginya," doaku sepanjang waktu.
Berharap mereda emosi dan ego dalam diri. Merendah dan mencari celah. Agar tenang rasa tak bergemuruhnya. Agar tenang diam dalam awangawangnya. Sekalipun rindu masih terpaut. Rasa masih bersisa. Tapi raga tak jua bisa bersua. Sekalipun jarak tak kan pisahkan kita, namun hati tak nak dibuat luka. Salam sayang selalu untuk temaram yang masih hinggap di hati saya. Kurindukan malammalam kita. Semoga kau selalu baikbaik sayang... "HF"
Kuyakin. Tak jauh berbeda denganmu di sana. Tapi, apalah daya. Kukibarkan sudah bendera perpisahan. Yang 'kan membuat kita saling jauh dan mungkin tak akan kembali lagi. Itu kehendak kita yang terluka. Namun entah, apa yang akan terjadi beberapa jam ke depan. Aku masih enggan berkomentar, Mataku juga masih sayu. Bekas penjarahan air mata senja tadi. Hatiku, tengah kubiarkan menikmati setiap petikan syair I'tiraf yang terlantun. Kumenangis lagi, mengingat ini adalah malam kelahiran Baginda Rasulullah saw. Pikiranku, kubiarkan berkelana mencari tenangnya. Semua bergerak maju dan mundur sesekali. Paruku, membiarkan nafasnya dalam. Seolah ia sedang kehabisan oksigen dari alam. Sesak nafasnya bertukar sedikit demi sedikit.
Malam yang temaram, gemuruh guntur pun masih setia di alam. Harum tanah Malang bekas siraman air hujan pun sampai ke rongga paruku yang sesak. Semua terasa dingin. Tapi aku tak peduli. Ingin kupejamkan mata, namun tak nak kurasa. Jantung berdetaknya tak aturan. Apakah aku sedang memikirkannya lagi? "Ah, sudahlah," tepisku dalam hati. "Semoga ini pilihan terbaik baginya," doaku sepanjang waktu.
Berharap mereda emosi dan ego dalam diri. Merendah dan mencari celah. Agar tenang rasa tak bergemuruhnya. Agar tenang diam dalam awangawangnya. Sekalipun rindu masih terpaut. Rasa masih bersisa. Tapi raga tak jua bisa bersua. Sekalipun jarak tak kan pisahkan kita, namun hati tak nak dibuat luka. Salam sayang selalu untuk temaram yang masih hinggap di hati saya. Kurindukan malammalam kita. Semoga kau selalu baikbaik sayang... "HF"
Sabtu, 21 Januari 2012
Arti Dirinya
2026251110
Mentariku, bukan
Lilinku, juga bukan
Cahaya dalam gelap...
Ia tak serupa itu
Tapi...
Ia redupkan baraku, teduhkan terikku, hangatkan dinginku....
Hmmmmm,
Aku tak bisa sebut apa dia
Atau...
Siapa dia
Hanya saja,
Aku sadari keberadaannya lekat, dekat, erat dalam diriku
Karena aku dan dia satu
Meski bukan mentari yang musnakan aku
Meski bukan lilin yang rela mati untuk aku
Karena aku gak mau jauh darinya
Mentariku, bukan
Lilinku, juga bukan
Cahaya dalam gelap...
Ia tak serupa itu
Tapi...
Ia redupkan baraku, teduhkan terikku, hangatkan dinginku....
Hmmmmm,
Aku tak bisa sebut apa dia
Atau...
Siapa dia
Hanya saja,
Aku sadari keberadaannya lekat, dekat, erat dalam diriku
Karena aku dan dia satu
Meski bukan mentari yang musnakan aku
Meski bukan lilin yang rela mati untuk aku
Karena aku gak mau jauh darinya
Merekam Malam
Sudah terlalu larut
Imajinasiku tak mampu menembusmu
Dimensiku telah terpecah belah
Aku pusing dibuatnya
Wahai sang kala penjaga malam
Benamkanlah aku dalam lelapnya
Agar aku rekam segala dengkurnya
Atas segala makna rasa di jiwa
Embun Suci, 28 November 2010 21.57
Imajinasiku tak mampu menembusmu
Dimensiku telah terpecah belah
Aku pusing dibuatnya
Wahai sang kala penjaga malam
Benamkanlah aku dalam lelapnya
Agar aku rekam segala dengkurnya
Atas segala makna rasa di jiwa
Embun Suci, 28 November 2010 21.57
Hilangnya Senyumanku
Senyumku hilang
Aku seperti terbang tanpa sayap
Seketika terjatuh dan luluh
Tanpa pengaman sehingga sakit
Seperti ombak menerpa kokoh karang
Kamu tak perlu seperti lelucon
Yang bisa buat senyumku kembali
Sakitku tiba-tiba meradang
Aku takut
Aku menangis
Tapi ku tahan
Aku tahu kau tersiksa, tapi….
Tapi aku di sana…
Dan tak kuasa aku sembunyi darimu
Ya!!! Darimu….
Senyumku t’lah hilang…
Kau tahu itu…
ES, 151220101132
Aku seperti terbang tanpa sayap
Seketika terjatuh dan luluh
Tanpa pengaman sehingga sakit
Seperti ombak menerpa kokoh karang
Kamu tak perlu seperti lelucon
Yang bisa buat senyumku kembali
Sakitku tiba-tiba meradang
Aku takut
Aku menangis
Tapi ku tahan
Aku tahu kau tersiksa, tapi….
Tapi aku di sana…
Dan tak kuasa aku sembunyi darimu
Ya!!! Darimu….
Senyumku t’lah hilang…
Kau tahu itu…
Lagi...
Q tulis lagi u/ mu
Dengan tint kemasan, pulpen
Q tulis lagi u/ mu
Dalam pucAt warn alasq, kertas
Q tulis lagi u/ mu
Dengan sisa" butiran derai mata hati
Q tulis lagi u/ mu
Dalam merah luka, sakit atau amarah
Q tulis lagi u/ mu
Lantaran t'mau kau hilang
Q tulis lagi u/ mu
Dalam bahasa dan gerak tanganku
Dalam tarian otakku
Dalam perih di hatiq
Q tulis lagi u/ mu
Bersam leburnya lukaq
Semua . . .
Q tulis lagi u/ mu
Bahwa q mau kamu di sini lagi . . . .
JFUQ
145812272010
Dengan tint kemasan, pulpen
Q tulis lagi u/ mu
Dalam pucAt warn alasq, kertas
Q tulis lagi u/ mu
Dengan sisa" butiran derai mata hati
Q tulis lagi u/ mu
Dalam merah luka, sakit atau amarah
Q tulis lagi u/ mu
Lantaran t'mau kau hilang
Q tulis lagi u/ mu
Dalam bahasa dan gerak tanganku
Dalam tarian otakku
Dalam perih di hatiq
Q tulis lagi u/ mu
Bersam leburnya lukaq
Semua . . .
Q tulis lagi u/ mu
Bahwa q mau kamu di sini lagi . . . .
JFUQ
145812272010
24 Maret 2011 16.33
kutulis untukmu ...
meski berat dan tertatih
kutulis ini untukmu
hanya ingin katakan
kau akan baik-baik saja
kau tak akan kurang suatu pun
kau tetap bisa tersenyum
terang dan ceria
semua tanpa q
kau akan baik-baik saja
berat dan tertatih
sakit....
Note: semangat baru memnyuburkan raga nan jenuh dalam asa... tak nak dibestarikan lantaran hiruk pikuk dunia menyumbat nestapa... saat q mulai lelah... q butuh hanya satu dari-Nya... memberikan kesejukan itu hadir darimu Hanfaq... I miss u...
meski berat dan tertatih
kutulis ini untukmu
hanya ingin katakan
kau akan baik-baik saja
kau tak akan kurang suatu pun
kau tetap bisa tersenyum
terang dan ceria
semua tanpa q
kau akan baik-baik saja
berat dan tertatih
sakit....
Note: semangat baru memnyuburkan raga nan jenuh dalam asa... tak nak dibestarikan lantaran hiruk pikuk dunia menyumbat nestapa... saat q mulai lelah... q butuh hanya satu dari-Nya... memberikan kesejukan itu hadir darimu Hanfaq... I miss u...
Permintaan Hati_Letto
Hey..!! Ada apa ini…?!
KAMU… KAMU JAHAT…!!!
Ntar…ntar…ntar….
Kamu siapa…? Kamu…
AKU ADALAH KAMU…! KITA DULU ADALAH SATU…!!!
Ntar dulu.. ntar dulu…! Coba kamu jelaskan, salah aku apa…?!
KAMU UDAH NINGGALIN AKU…!!! KENAPA NOE..!?! KENAPA..!?!!!
Maafin aku.. kalo emang aku pernah nyakitin kamu… Tapi aku bener-bener gak kenal kamu…!?
BOHONG…!!!! KAMU NINGGALIN AKU…!!!!
AKU BUKAN APA-APA TANPAMU…!!! AKU ‘HILANG’ TANPAMU…!!!
Kasih aku satu alasan… kenapa aku bisa ninggalin makhluk… seindah’ kamu..!
Aku baik-baik saja… Aku gak kenapa-kenapa… Maksud kamu apa sih..?!
KALO AKU BISA KEMBALI KE MASA LALU..!!! AKU AKAN BUNUH KAMU… SEBELUM AKU BERTEMU DENGAN KAMU…!!! …DAN TERNYATA ‘PERMINTAAN’ AKU DIKABULKAN…!!!
…jadi kamu datang dari masa depan untuk bunuh aku…??!
…KAMU GAK TAU BETAPA TERSIKSANYA AKU TANPA KAMU..!!
Maafkan atas semua kesalahan yang belum aku perbuat…. …aku tidak pernah ingin menyakiti siapapun…
KAMU… KAMU JAHAT…!!!
Ntar…ntar…ntar….
Kamu siapa…? Kamu…
AKU ADALAH KAMU…! KITA DULU ADALAH SATU…!!!
Ntar dulu.. ntar dulu…! Coba kamu jelaskan, salah aku apa…?!
KAMU UDAH NINGGALIN AKU…!!! KENAPA NOE..!?! KENAPA..!?!!!
(Nggak sampe di logika aku… Kenapa makhluk yang sangat mulia bernama wanita.. mau diperlakukan kayak gini…?KAMU DATANG TEPAT DI SAAT AKU BUTUH SESEORANG YANG… SESEORANG YANG SEPERTI KAMU..!!
‘ABIS GIMANA…?! UDAH… “SAYANG”..!!
Kayak ‘Drugs’ ya..?!
TAPI BUKAN BERARTI GAK BISA DISEMBUHKAN KAN..?!
Aku Noe…
MARSHA…)
Maafin aku.. kalo emang aku pernah nyakitin kamu… Tapi aku bener-bener gak kenal kamu…!?
BOHONG…!!!! KAMU NINGGALIN AKU…!!!!
(Aku hilang tanpamu…
Seharusnya mereka bikin satu kata baru…
Yang bener-bener bisa ngejelasin apa yang aku rasain ini…
Satu kata di atas kata ‘Sayang’..
di atas kata ‘CINTA’…
satu kata yang artinya lebih
dari semua kata yang pernah ada…
karena kata ‘CINTA’…
nggak cukup mewakili apa yang aku rasain sekarang..!
Terlalu berat buat manusia biasa untuk bisa mengerti dan menjalani CINTA…
Tapi yang pasti…
Perkawinan dengan CINTA akan berlangsung selamanya…
karena CINTA itu HAKIKI…)
AKU BUKAN APA-APA TANPAMU…!!! AKU ‘HILANG’ TANPAMU…!!!
Kasih aku satu alasan… kenapa aku bisa ninggalin makhluk… seindah’ kamu..!
(Untuk Marsha
Cahayaku….
…Nggak ada kata yang bisa aku sampaikan
selain ‘Maaf’.. dan ‘Terima Kasih’..
sudah memberikan arti di hidupku yang sempit ini
…aku harus pergi..
bukan meninggalkanmu,
tapi hanya terlepas darimu..
jika kamu yakin akanku,
maka memang inilah cara yang terbaik
untuk dijalankan…)
Aku baik-baik saja… Aku gak kenapa-kenapa… Maksud kamu apa sih..?!
KALO AKU BISA KEMBALI KE MASA LALU..!!! AKU AKAN BUNUH KAMU… SEBELUM AKU BERTEMU DENGAN KAMU…!!! …DAN TERNYATA ‘PERMINTAAN’ AKU DIKABULKAN…!!!
…jadi kamu datang dari masa depan untuk bunuh aku…??!
…KAMU GAK TAU BETAPA TERSIKSANYA AKU TANPA KAMU..!!
Maafkan atas semua kesalahan yang belum aku perbuat…. …aku tidak pernah ingin menyakiti siapapun…
Dia Atau Diriku_Ungu
sungguh tak mungkin dalam kisah ini kita kan bersatu
bila tak pernah ada perasaan cinta seutuhnya
kini akhirnya kau harus memilih dia atau diriku
yang pantas mendapatkanmu, pantas menjadi kekasihmu
reff:
sampai kapankah kita akan bersama
bila tak pernah ada perasaan cinta antara kita
perasaan saling menyayangi
sampai kapankah kita akan bersama
bila kau hanya bisa mencintaiku separuh hatimu
separuh kau mencintainya
sungguh tak mungkin, sungguh tak bisa
kita kan bersama bila kau masih membagi cinta
repeat reff
bila tak pernah ada perasaan cinta seutuhnya
kini akhirnya kau harus memilih dia atau diriku
yang pantas mendapatkanmu, pantas menjadi kekasihmu
reff:
sampai kapankah kita akan bersama
bila tak pernah ada perasaan cinta antara kita
perasaan saling menyayangi
sampai kapankah kita akan bersama
bila kau hanya bisa mencintaiku separuh hatimu
separuh kau mencintainya
sungguh tak mungkin, sungguh tak bisa
kita kan bersama bila kau masih membagi cinta
repeat reff
Langganan:
Postingan (Atom)