Jumat, 23 September 2011
TiPis (Tidak Pisah)
Sempat terbesit dan menjerit dalam hati untuk utarakan kata pisah...
Hanya saja keinginan untuk mengutarakannya tak pernah ada...
Dibarengi rasa rindu yang mencakar mencabik, membuat aku sulit untuk harus menemui pisahku...
Meski sejatinya aku paham bahwa setiap pertemuan itu gandengannya perpisahan...
Hanya saja aku tak inginkan itu selamanya...
Embun Sahaja, Malang... 0911231440
Baik-Baik Sayang
Keinginanku bersamamu harus segera kutepis tuk menghindari luka yang amat tak kuharapkan...
Meski harus beruraian air mata, aku rela meredamnya untuk melihatmu tersenyum bahagia...
Siapa orang yang tak ingin kekasihnya menjadi tenang dan bahagia?
Untuk itu, untukmu kubersenandung lewat laras suara jiwa...
Hanfa_eL_Han, Malang... 0911231435
Semua Baik-Baik Saja
"Ini 'ntu ceritanya waktu PKLI... Susah juga rupanya menanamkan pikiran positif itu kembali pada diri yang kian renta ini.... berikut teksnya"
Kalau boleh aku memilih, aku gak ingin berangkat hari ini.
Tubuhku panas lantaran emosi yang tertahan.
Aku sakit kehilangan separuh dari jiwaku
Aku sakit menahan perih yang tak tertandingi rasanya
Tapi aku baik-baik saja
Aku masih bisa berdiri tegak dan tegar
Aku masih bisa memperbaikinya
Aku harus kembali
Ini ujianku
Ini godaanku
Aku harus kuat
Sungguh, hatiku sedang menangis hebat
Rasaku sedang terbelah-belah
Aku sedang meregang merasakan sakit yang tak bisa aku terjemahkan bagaimana
Aku ingin semua baik-baik saja di sini
Aku ingin semua baik-baik saja di sini
Aku ingin semua baik-baik saja di sini
Aku ingin semua baik-baik saja di sini
Ya . . .
Aku mau semua baik-baik saja
SELAMANYA
Sidoarjo, 0711070607
Rindu . . .
Rasa yang tak pernah membuatku bosan,
rasa yang selalu hadir
di saat aku jauh darinya
Rasa yang tak pernah mampu aku seka
Rasa yang selalu menghiasi waktuku
Namun . . .
Sudah tidak begitukah ia
Sudah tidak merasakannyakah dia
Rindu . . .
Harus ke mana rimba belantara
Harus ke mana raya mengemban
Rindu . . .
Tanggung rasa yang kunikmati setianya . . .
I miss U...
Sidoarjo, 0711051448
rasa yang selalu hadir
di saat aku jauh darinya
Rasa yang tak pernah mampu aku seka
Rasa yang selalu menghiasi waktuku
Namun . . .
Sudah tidak begitukah ia
Sudah tidak merasakannyakah dia
Rindu . . .
Harus ke mana rimba belantara
Harus ke mana raya mengemban
Rindu . . .
Tanggung rasa yang kunikmati setianya . . .
I miss U...
Sidoarjo, 0711051448
Aku Menang
Setiap sayembara kata, pujanggalah pemenangnya,
Setiap bait makna, penulislah rajanya
dan di setiap harap, pendoalah ahlinya
Lalu, bagaimana dengan nasib pengais kata jalanan?
(Apakah selamanya tidak akan pernah mendapat tempat?)
Tulisan-tulisanku hanyalah rangkaian kata
Kata-kata yang aku kumpulkan dari setiap detik aku melangkah
Dari waktu ke waktu
Dari langkah demi langkah
Meski tak seelok renda pujangga
Namun indah bagi pembaca setia layaknya aku
Tak cukup itu,
Tulisanku menginginkan jiwa, jiwa yang tangguh dan tegar
Hemhf . . .
Tak usah congkak berharap banyak
Tulisanku hanya ingin berkisah
Tentang kisah kata dalam waktu yang selalu melaju dan melagu dalam alunan melodi jiwa
Dan ia berharap akumu tuk seempurnakan makna
Makna bahwa ia hadir untuk ungkapan rasa
Bahwa aku ingin selalu bersamanya
Dan aku telah menangkan tulisanku pula
Sebagai jawara indahnya makna menulis dengan nada dan berjiwa
Malang, 0911230851
Setiap bait makna, penulislah rajanya
dan di setiap harap, pendoalah ahlinya
Lalu, bagaimana dengan nasib pengais kata jalanan?
(Apakah selamanya tidak akan pernah mendapat tempat?)
Tulisan-tulisanku hanyalah rangkaian kata
Kata-kata yang aku kumpulkan dari setiap detik aku melangkah
Dari waktu ke waktu
Dari langkah demi langkah
Meski tak seelok renda pujangga
Namun indah bagi pembaca setia layaknya aku
Tak cukup itu,
Tulisanku menginginkan jiwa, jiwa yang tangguh dan tegar
Hemhf . . .
Tak usah congkak berharap banyak
Tulisanku hanya ingin berkisah
Tentang kisah kata dalam waktu yang selalu melaju dan melagu dalam alunan melodi jiwa
Dan ia berharap akumu tuk seempurnakan makna
Makna bahwa ia hadir untuk ungkapan rasa
Bahwa aku ingin selalu bersamanya
Dan aku telah menangkan tulisanku pula
Sebagai jawara indahnya makna menulis dengan nada dan berjiwa
Malang, 0911230851
Kamis, 22 September 2011
Cericit dalam Hati
.
.
.
.
.
Marah
Kesal
Benci
"Sakiiit..."
Kurenungi walau sesaat
Sebah yang menyesak serta
Membuatku terjungkal dalam
Sedalam lara yang menganga nian
Hiks... Hiks... Hiks...
Begitu aduku dari dalam
Yang tak terdengar meski mengaku sehati
Yang tak tereka meski satu rasa
Sesak.....
Meskipun hanya sebutir beras
Itu pun seperti duri menusuk relung hati
Memar dan bengkak meradang...
Bagaimana denganmu???
Malang, September 2011
20.35
.
.
.
.
Marah
Kesal
Benci
"Sakiiit..."
Energi-energi itu negatifKutangisi meski sekejap
Semuanya negatif
Kurenungi walau sesaat
Sebah yang menyesak serta
Membuatku terjungkal dalam
Sedalam lara yang menganga nian
Hiks... Hiks... Hiks...
Begitu aduku dari dalam
Yang tak terdengar meski mengaku sehati
Yang tak tereka meski satu rasa
Sesak.....
Meskipun hanya sebutir beras
Itu pun seperti duri menusuk relung hati
Memar dan bengkak meradang...
Bagaimana denganmu???
Malang, September 2011
20.35
Rabu, 21 September 2011
"...."
yang beroleh makna akan lama menggenggam hikmah dan pelajarannya
cobalah tengok kuncup basah karena embun
ia dingin tapi menyejukkan
bukan tak ada yang lain lagi
mentari adalah si api terbesar di jagat raya
namun ia setia setiap waktunya...
senantiasa memberi indah di setiap pagi kita...
nun setia itu atas kehendak Yang Maha Kuasa...
Allah telah menggariskan segala-galanya
cobalah tengok kuncup basah karena embun
ia dingin tapi menyejukkan
bukan tak ada yang lain lagi
mentari adalah si api terbesar di jagat raya
namun ia setia setiap waktunya...
senantiasa memberi indah di setiap pagi kita...
nun setia itu atas kehendak Yang Maha Kuasa...
Allah telah menggariskan segala-galanya
081911542
Syukur Alhamdulillah...
subhanallah...
keindahan rasa masih dapat kunikmati sampai saat ini
meskipun lara namun itu bagian dari pada rasa
bukan harus kujadikan siksa
apalagi alasan menuding yang bersalah
namun selaksa embun, ia kan jadi inspirasi terhebat
untuk kembali tegak menatap jauh masa yang akan datang
karena semua ini pengalaman
yang menjadi guru tiada tandingan
keindahan rasa masih dapat kunikmati sampai saat ini
meskipun lara namun itu bagian dari pada rasa
bukan harus kujadikan siksa
apalagi alasan menuding yang bersalah
namun selaksa embun, ia kan jadi inspirasi terhebat
untuk kembali tegak menatap jauh masa yang akan datang
karena semua ini pengalaman
yang menjadi guru tiada tandingan
081911544
Hanya Manusia Biasa
pernah menangis tapi g cengeng
pernah marah tapi bukan temper
pernah mengaduh tapi g suka ngeluh
karena..
q hanya orang biasa
masih berusaha untuk berlaku sahaja
thx a lot 4 all
pernah marah tapi bukan temper
pernah mengaduh tapi g suka ngeluh
karena..
q hanya orang biasa
masih berusaha untuk berlaku sahaja
thx a lot 4 all
68111418
Langganan:
Postingan (Atom)