Katamu: Apapun itu manusia bisa jadi perusak
Jawabku: Iya, kalau ga pandaipandai mengontrol emosinya
Jawabmu kemudian: Ajari aku menjadi orang pandai menjalani kegalauan ini
(Lalu, aku terdiam sejenak dan berpikir untuk memberi jawaban)
Jawabku kemudian: Apakah aku pantas? Tidakkah ada yang lebih pantas?
(Lalu kau seolah akan pergi dan tak berucap lagi)
Jawabmu: Ya sudah..Makasih
(Aku bingung sebenarnya. Apa mau dikata dengan jawaban seperti itu? Sedangkan jawabanku yang terkirim bukanlah sesuatu yang sesungguhnya muncul dari dalam hati. Akan tetapi, aku ingin tahu, sejauh mana kau mengharapkan aku untuk menjadi seseorang yang memang pantas mengajarimu. Kemudian, dengan hati sedikit meringis merasakan perih yang tersisa)
Kujawab kalimatmu: Aku ga pernah dianggap mampu dalam hal itu, bahkan untuk diriku sendiri. . . Jika tak lagi yakin jangan sekalikali melakukannya
Katamu kemudian: Do what?
(Entah, masihkah terjaga emosiku saat itu ataukah sudah mulai bergetar lagi)
Jawabku: Memintaku untuk mengajari lagi. . . Tak ingin disalahkan untuk yang kedua kali CUkup aku tahu itu dari dalam hatiku
(Aku pun kembali pada kegalauan malam itu setelah membaca jawaban terakhirmu)
Katamu: Met malam
Sejuta tanya menyelinap, memasuki seluruh ruang kosong dalam hati dan pikiranku. Terus memburu jawaban sampai mata tak lagi mampu menerawang apa yang ada di depannya. Tanya itu terbawa dalam tidur lelapku yang panjang. Galau. Aku bukan ingin berkata demikian. Hanya saja jiwajiwaku yang bertipe scientist itu mulai hidup lagi rupanya. Terus berkelana memenuhi keinginan untuk mengetahui sesuatu lebih dalam lagi. Analisa terus dan deteksi sampai ke akarakarnya, baru merasa cukup. Jika dirasa kurang, ya.... bagaimana caranya agar dapat terjawab semua tanya dari proses diagnosa itu.
Hmm... Mau tahu tak jawabanku yang sebenarnya??? Yang kebawa jaim untuk terus menuruti ego mempertahankan rasa yang sempat bergejolak hebat dan membuat penat. (Egois) sesekali boleh asal jangan keterlaluan. Hanya saja kenapa mulai pandai egois kepada orang lain??? (Hmm... kenapa jadi melebar???) Back to the topic!
Jujur...
Sebenarnya kuingin berkata demikian kepadamu, "Aku juga belum bisa menjalani itu semua dengan sempurna.. Namun, apa salahnya jika kita berusaha bersama untuk menjadi orang yang pandai dalam hal itu? So, saling mengingatkan bukan saling mencaci maki, menasehati dengan kalimat bijak yang mengena di hati bukan dengan nada tinggi yang semakin menyakiti satu sama lain.."
Jadi, itu yang sebenarnya ingin kukatakan padamu malam itu. Maafkan aku, karena terlalu menuruti keinginan untuk mengetahui sejauh mana kamu berharap, dan hasilnya... Selamat ya... menang di kamu... Aku ga dapat jawaban malam itu malah jadi Galau... Haahahaha....
Terakhir,
Aku mau bilang, makasih Deary... udah beri pelajaran berharga meski jalannya berbeda... karena kutahu, tak ada yang sama.. Kamu pun memiliki jalan dan cara sendiri untuk memberiku pengalaman dan pelajaran... sekalipun semua itu jarang untuk bisa kuterima begitu saja.. Seringkali emosi marah mewarnai semua itu... But, You are the best... TYSMMD
0206122244
Jawabku: Iya, kalau ga pandaipandai mengontrol emosinya
Jawabmu kemudian: Ajari aku menjadi orang pandai menjalani kegalauan ini
(Lalu, aku terdiam sejenak dan berpikir untuk memberi jawaban)
Jawabku kemudian: Apakah aku pantas? Tidakkah ada yang lebih pantas?
(Lalu kau seolah akan pergi dan tak berucap lagi)
Jawabmu: Ya sudah..Makasih
(Aku bingung sebenarnya. Apa mau dikata dengan jawaban seperti itu? Sedangkan jawabanku yang terkirim bukanlah sesuatu yang sesungguhnya muncul dari dalam hati. Akan tetapi, aku ingin tahu, sejauh mana kau mengharapkan aku untuk menjadi seseorang yang memang pantas mengajarimu. Kemudian, dengan hati sedikit meringis merasakan perih yang tersisa)
Kujawab kalimatmu: Aku ga pernah dianggap mampu dalam hal itu, bahkan untuk diriku sendiri. . . Jika tak lagi yakin jangan sekalikali melakukannya
Katamu kemudian: Do what?
(Entah, masihkah terjaga emosiku saat itu ataukah sudah mulai bergetar lagi)
Jawabku: Memintaku untuk mengajari lagi. . . Tak ingin disalahkan untuk yang kedua kali CUkup aku tahu itu dari dalam hatiku
(Aku pun kembali pada kegalauan malam itu setelah membaca jawaban terakhirmu)
Katamu: Met malam
Sejuta tanya menyelinap, memasuki seluruh ruang kosong dalam hati dan pikiranku. Terus memburu jawaban sampai mata tak lagi mampu menerawang apa yang ada di depannya. Tanya itu terbawa dalam tidur lelapku yang panjang. Galau. Aku bukan ingin berkata demikian. Hanya saja jiwajiwaku yang bertipe scientist itu mulai hidup lagi rupanya. Terus berkelana memenuhi keinginan untuk mengetahui sesuatu lebih dalam lagi. Analisa terus dan deteksi sampai ke akarakarnya, baru merasa cukup. Jika dirasa kurang, ya.... bagaimana caranya agar dapat terjawab semua tanya dari proses diagnosa itu.
Hmm... Mau tahu tak jawabanku yang sebenarnya??? Yang kebawa jaim untuk terus menuruti ego mempertahankan rasa yang sempat bergejolak hebat dan membuat penat. (Egois) sesekali boleh asal jangan keterlaluan. Hanya saja kenapa mulai pandai egois kepada orang lain??? (Hmm... kenapa jadi melebar???) Back to the topic!
Jujur...
Sebenarnya kuingin berkata demikian kepadamu, "Aku juga belum bisa menjalani itu semua dengan sempurna.. Namun, apa salahnya jika kita berusaha bersama untuk menjadi orang yang pandai dalam hal itu? So, saling mengingatkan bukan saling mencaci maki, menasehati dengan kalimat bijak yang mengena di hati bukan dengan nada tinggi yang semakin menyakiti satu sama lain.."
Jadi, itu yang sebenarnya ingin kukatakan padamu malam itu. Maafkan aku, karena terlalu menuruti keinginan untuk mengetahui sejauh mana kamu berharap, dan hasilnya... Selamat ya... menang di kamu... Aku ga dapat jawaban malam itu malah jadi Galau... Haahahaha....
Terakhir,
Aku mau bilang, makasih Deary... udah beri pelajaran berharga meski jalannya berbeda... karena kutahu, tak ada yang sama.. Kamu pun memiliki jalan dan cara sendiri untuk memberiku pengalaman dan pelajaran... sekalipun semua itu jarang untuk bisa kuterima begitu saja.. Seringkali emosi marah mewarnai semua itu... But, You are the best... TYSMMD
0206122244