Sabtu, 04 Februari 2012

Salam Rindu_Wali

ku bertanya pada malam
ku bertanya pada bintang
sedang apa kau duhai sayangku

di sini angin menyampaikan
salammu salam sayang
salam sejuta cinta dan rindu

sabar sabar sabarlah sayangku
semua ini kan cepat berlalu


sebutlah namaku di setiap nafasmu
ku kan datang kepadamu sayang
panggil panggil aku segenap rasamu
dan rasakan aku membelaimu


pejamkanlah matamu
dan kau tenangkan hatimu
dan kau rasakan aku memelukmu

sabar sabar sabarlah sayangku
semua ini kan cepat berlalu


sebutlah namaku di setiap nafasmu
ku kan datang kepadamu sayang
panggil panggil aku segenap rasamu
dan rasakan aku membelaimu


(sebutlah namaku di setiap nafasmu
ku kan datang kepadamu sayang
panggil panggil aku segenap rasamu
dan rasakan aku membelaimu)

sebutlah namaku di setiap nafasmu
ku kan datang kepadamu sayang
panggil panggil aku segenap rasamu
dan rasakan aku membelaimu


Note: Ceritakanlah padaku, inilah lagumu malam ini untukku. Hah! Pembual... Aku hanya bermimpi saja. Tak adakah lagi ada???

Langit Bumi_Wali

semalam kau datang kepadaku, kisahkan dirimu
kau kan pergi jauh tinggalkanku dan semua mimpiku
sadarkah dirimu ku tak sanggup hidup tanpamu


akan ku lakukan apa yang kau mau
akan ku berikan seluruh hidupku
asal jangan kau pergi tinggalkan aku
ku mohon padamu

sadarkah dirimu kau langit bumiku
bukalah matamu kau semua bagiku
tolong jangan kau pergi tinggalkan aku
ku mohon padamu


jangan kau tanyakan kepadaku ikhlaskah diriku
tanyakanlah aku kuatkah aku tuk hidup tanpamu
tanpa belaianmu, tanpa kasih dan sayang darimu


(akan ku lakukan apa yang kau mau 
akan ku berikan seluruh hidupku
asal jangan kau pergi tinggalkanku
ku mohon padamu)

akan ku lakukan apa yang kau mau
akan ku berikan seluruh hidupku
asal jangan kau pergi tinggalkanku
ku mohon padamu

sadarkah dirimu kau langit bumiku
bukalah matamu kau semua bagiku
tolong jangan kau pergi tinggalkan aku
ku mohon padamu



Kuposting untuknya yang telah mengibarkan bendera perpisahan di antara kita. Kenyataan itu memang tak mudah untuk diterima hati. Namun, ku 'kan terus berusaha kuat menghadapi kenyataan ini. 'Kan kubuktikan kepadamu kalau aku bukan pengecut seperti titahmu. Tapi, aku hanya sedang rapuh. Semoga harimu selalu indah dan baikbaik sayang.

HaPeku...

Masih kupegang seperti harihari sebelumnya
Mengharap ada pesan bertengger darimu
Tapi, akankah???
Mungkinkah???
Semua terasa telah beku
Sejak pukul 17:58 yang lalu
3 menit lagi, hampir 3 jam
Yah...
Mungkin kau sudah terlelap di sana
Mungkin juga kau sedang berkelana saat ini
Mungkin lagi kau sedang mengumpat tentang aku
Ketahuilah...
Kuingin memanggilmu "sayang"
Kuingin menemanimu barang berucap "Met tidur sayang"
Tapi,....
Masihkah ada???
Masih(kah)adaaku di sana???
Masih(kah)adaaku(kamu) di sini???
Aku rindui,,
Rindu menjemputmu dalam alunan syair malam kita
Rindu menawanmu dari malam dengan sajak kita
Rindu semua itu...
HaPeku...
Berhenti nyaring dalam bunyinya
Berhenti leluasa dalam melodinya...
Jemariku...
Cukup menari di sini
Curahkan isi hati lewat celoteh mimpi...
Malam ini, yang rasanya tak ingin berhenti...
Tak peduli seberapa panjang
Tak peduli di mana inti dari pada tulisan
Kuingin tulis semua di sini
Meski tak cukup semua dikata
Meski tak sanggup katakta berucap atas segalanya
Tapi maknamu menawan hatiku malam ini
Selamat Tidur Pendamping Hatiku
"HF"
0204122102

4 Februari 2012 20:11

Berteman temaram dimar, di kamar sendirian. Ku habiskan sisasisa asa tuk jalani waktuku. Memapah rasa yang masih tertinggal. Menghirup aroma wangi suasana malam. Membayang, memimpi, dan bahkan masih ada harapku kau temani di sini. Seperti malammalam kemarin. Saat kita tertawa, tertegun dan tergeletak bersama. Seolah prahara ini tak akan terjadi lagi. Namun, untuk yang kesekiannya. Duka berhembus dari langitlangit nafasku. Menyerukan kesal dan umpatan persembunyian. Luka lama belum juga kering, kini menganga lagi. Pedih. Seperti tersirajm garam ke permukaannya.

Kuyakin. Tak jauh berbeda denganmu di sana. Tapi, apalah daya. Kukibarkan sudah bendera perpisahan. Yang 'kan membuat kita saling jauh dan mungkin tak akan kembali lagi. Itu kehendak kita yang terluka. Namun entah, apa yang akan terjadi beberapa jam ke depan. Aku masih enggan berkomentar, Mataku juga masih sayu. Bekas penjarahan air mata senja tadi. Hatiku, tengah kubiarkan menikmati setiap petikan syair I'tiraf yang terlantun. Kumenangis lagi, mengingat ini adalah malam kelahiran Baginda Rasulullah saw. Pikiranku, kubiarkan berkelana mencari tenangnya. Semua bergerak maju dan mundur sesekali. Paruku, membiarkan nafasnya dalam. Seolah ia sedang kehabisan oksigen dari alam. Sesak nafasnya bertukar sedikit demi sedikit.

Malam yang temaram, gemuruh guntur pun masih setia di alam. Harum tanah Malang bekas siraman air hujan pun sampai ke rongga paruku yang sesak. Semua terasa dingin. Tapi aku tak peduli. Ingin kupejamkan mata, namun tak nak kurasa. Jantung berdetaknya tak aturan. Apakah aku sedang memikirkannya lagi? "Ah, sudahlah," tepisku dalam hati. "Semoga ini pilihan terbaik baginya," doaku sepanjang waktu.

Berharap mereda emosi dan ego dalam diri. Merendah dan mencari celah. Agar tenang rasa tak bergemuruhnya. Agar tenang diam dalam awangawangnya. Sekalipun rindu masih terpaut. Rasa masih bersisa. Tapi raga tak jua bisa bersua. Sekalipun jarak tak kan pisahkan kita, namun hati tak nak dibuat luka. Salam sayang selalu untuk temaram yang masih hinggap di hati saya. Kurindukan malammalam kita. Semoga kau selalu baikbaik sayang... "HF"